Memilih Kredit Pemilikan Rumah

Kredit pemilikan rumah, menjadi salah satu pilihan para calon pembeli perumahan yang ingin mendapatkan rumah namun memiliki keterbatasan dana. Sehingga, calon pembeli rumah tidak perlu membayar penuh harga jual sebuah rumah. Cukup membayar sebesar 25 persen dari harga rumah, dan sisanya bisa dibayar secara bertahap pada pihak pembiayaan.

Adanya kredit pemilikan rumah ini, dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh beberapa pihak. Dalam hal ini adalah para calon pembeli rumah serta pihak pengembang perumahan. Bagi calon pembeli, dengan adanya program pembiayaan ini menjadi sebuah jalan keluar untuk bisa memiliki rumah yang diidamkan meski dengan dana yang terbatas.

Sementara bagi pengembang perumahan, kredit pemilikan rumah menjadi dewa penyelamat bisnis mereka agar bisa terus berjalan. Sebab, program pembiayaan ini tentu akan bisa menarik minat para calon pembeli rumah untuk menjatuhkan pilihan pada proyek perumahan yang mereka kerjakan.

Program kredit pemilikan rumah sendiri, biasanya diluncurkan oleh pihak perbankan. Hal ini sebagai salah satu upaya pihak bank menjalankan fungsi lending atau mengucurkan kredit kepada masyarakat. Hal ini sebagai salah satu program potensial bagi pihak bank dalam mendapatkan keuntungan. Karena kebutuhan perumahan bagi masyarakat merupakan salah satu kebutuhan pokok yang hampir pasti dibutuhkan oleh semua orang.

Memilih Kredit Pemilikan Rumah

Dalam melakukan transaksi kredit pemilikan rumah, hendaknya harus disertai beberapa sikap hati-hati dari nasabah. Hal ini demi menghindari terjadinya hal-hal yang bisa merugikan bagi para nasabah itu sendiri.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan transaksi kredit pemilikan rumah adalah :

Perhitungkan tenor atau waktu kredit. Semakin lama waktu kredit, maka nilai total pembayaran akan semakin tinggi. Meski di sisi lain, pembayaran yang dilakukan tiap bulan terlihat makin kecil.Pastikan waktu serah terima rumah dari pengembang pada Anda. Beberapa masalah yang terjadi antara pengembang dan pembeli adalah tiadanya kepastian waktu serah terima rumah.Pilihlah bank yang memberikan suku bunga terendah, semata-mata jangan mudah tertarik ragam hadiah yang ditawarkan. Utamakan mencari informasi pada bank di mana Anda menyimpan tabungan, agar bisa dilakukan proses auto debet setiap bulannya. Hal ini demi memudahkan proses pembayaran cicilan setiap bulannya.

Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang mengaku bisa memastikan proses persetujuan kredit yang Anda ajukan dengan kompensasi tertentu. Pastikan semua proses kredit berjalan sebagaimana aturan yang berlaku. Mintalah bukti pembayaran resmi, setiap Anda melakukan pembayaran kredit pemilikan rumah.

Jenis Lowongan Kerja Developer

Properti dan real estate adalah salah satu jenis bisnis yang mengalami perkembangan cukup pesat di Indonesia. Hampir di setiap wilayah atau daerah terdapat proyek perumahan, pusat pertokoan (ruko), apartemen dan jenis usaha properti lainnya yang sedang dibangun atau dalam tahap pengembangan.

Prospek pasar dari bisnis di bidang ini memang sangat bagus. Hal ini tentu memberi efek yang cukup menggairahkan, terutama bagi para pelaku bisnis yang berhubungan di bidang ini. Banyak lowongan kerja developer yang jenisnya bermacam macam tersedia bagi siapa saja yang ingin terjun di bidang usaha properti.

Jenis Lowongan Kerja Developer

Beberapa jenis lowongan kerja developer yang punya hubungan dengan pengembangan bisnis properti, perumahan atau real estate diantaranya adalah :

1. Kontraktor

Ini merupakan lowongan kerja developer yang paling banyak dibutuhkan. Setiap pengembang atau pelaku bisnis properti dipastikan membutuhkan kontraktor untuk melakukan pembangunan dari usaha yang dikembangkan. Semua tingkat mulai yang besar hingga yang kecil bisa terlibat. Karena tidak mungkin satu kontraktor bisa mengerjakannya sekaligus. Mereka pasti membutuhkan sub kontraktor yang lain.

2. Jasa desain bangunan

Ini juga merupakan lowongan kerja developer yang mutlak dibutuhkan. Banyak kontraktor yang lebih suka menggunakan jasa desain dari luar daripada menyediakan desainer bangunan sendiri. Karena dari segi pembiayaan dan efisiensi waktu pasti bisa lebih hemat dan praktis.

3. Penyedia bahan bangunan

Bidang ini juga merupakan lowongan kerja developer yang sangat dibutuhkan. Pelaku bisnis ini bisa melakukan kerja sama dengan kontraktor atau para pengembang dan pelaku bisnis properti. Penyediaan bahan baku ini juga meliputi banyak hal. Mulai dari pasir, semen, pembuatan kontruksi, ubin dan lain lain.

4. Jasa penyediaan dan penyewaan alat pembangunan

Lowongan kerja developer di bidang ini juga meliputi banyak hal. Karena jenis alat untuk membuat suatu bangunan juga banyak sekali macamnya. Pihak kontraktor tentu lebih suka menggunakan sistem sewa daripada menyediakan sendiri peralatan yang dibutuhkan. Alasannya juga tidak terlalu jauh. Yaitu bila dihitung dari segi permodalan pasti lebih irit. Karena harga peralatan tersebut cukup mahal. Demikian pula dengan biaya perawatannya serta tempat yang digunakan.

5. Jasa interior

Jasa interior juga termasuk lowongan kerja developer yang sangat dibutuhkan bagi para pelaku bisnis porperti dan perumahan atau real estate. Selain desain bangunan yang bagus mereka juga ingin membuat desain interior yang menarik. Tujuannya tentu saja untuk membuat calon konsumen jadi terpikat terhadap produk properti yang mereka hasilkan. Apalagi saat ini desain interior juga merupakan salah satu faktor terpenting yang bisa mempengaruhi nilai jual suatu bangunan yang selesai dibuat.

6. Jasa penyediaan tenaga kerja

Lowongan kerja developer untuk bidang ini juga meliputi banyak hal. Mulai dari tenaga ahli, konsultan atau tenaga perencana maupun pelaksana di lapangan. Pihak pengembang atau kontraktor yang sedang mendapat proyek juga tidak mau repot dengan menyediakan tenaga kerja sendiri. Mereka lebih suka menggunakan tenaga kerja dari luar yang sudah dikoordinasi oleh badan usaha yang lain.

Membeli Properti Tanpa Uang? Bisakah?

Tak bisa dipercaya bisa membeli properti tanpa uang. Bukan guyonan, melainkan itulah kenyataannya. Beberapa orang sudah membuktikannya. Warisan barang kali? Bukan. Ini benar-benar teknik nyata yang bisa dilakukan untuk bisa membeli properti tanpa mengeluarkan uang pribadi dan tak juga merasa terbebani, namun tetap harus kerja keras.

Kreativitas

Isu bisa mendapatkan properti gratis ini sudah cukup lama beredar. Buku yang membahas hal ini pun sudah beredar di pasaran. Seminar dengan harga selangit pun sudah sering digelar. Namun, benarkah gratis tis tis? Tak ada yang gratis di dunia ini. Pendapat ini sangat benar. Namun, kalau serasa dapat gratisan dan tidak merasa terbebani mungkin iya. Sepertinya, yang gratis adalah kreativitas yang dianugrahkan Tuhan kepada umatnya.

Mempunyai rumah atau properti lain adalah salah satu impian tiap orang dewasa yang sudah paham tentang uang dan kehidupan. Namun, tak banyak yang bisa mewujudkan impian tersebut dengan cara mudah dan tak terlalu memusingkan kepala karena harus membayar cicilan KPR tiap bulan yang terasa semakin memberatkan.

Bank

Bank memang sumber uang. Manfaatkan saja. Caranya, memahami proses appraisal bank. Langkah awalnya adalah carilah rumah yang kira-kira sangat marketable, bisa digunakan untuk berbisnis, di daerah strategis, mudah mencari orang yang mau menyewa rumah tersebut seharga pembayaran cicilan selama minimal 10 bulan atau kalau bisa selama setahun sekalian.

Lalu, lakukan deal dengan pemilik rumah. Namun, jangan bayar banyak-banyak. Bayar seperlunya saja sebagai pengikat, misalnya 5 persen dari total harga rumah. Jangan lupa meminta bukti pembayaran berupa kuitansi bermaterai Rp6000,00. Lalu, siapkan perlengkapan administrasi untuk mengusulkan KPR kepada pihak bank.

Misalnya, harga rumah yang akan dibeli ditaksir oleh bank 200 juta rupiah tapi harga rumah dari pemilik cuma 150 juta rupiah. Nah, dari kenyataan ini, bila KPR disetujui, berarti dapat rumah dan sisa uang 50 juta rupiah. Lalu, rumah tersebut disewakan. Di sinilah, letak gratis dan gratisnya. Tentunya hal ini tidak semudah paparan kronologis yang tertulis di sini. Cuma sudah banyak yang membuktikan dan berhasil. Kalaupun tak mampu bayar, rumah disita, toh, tak rugi-rugi amat.

Pertanyaan berikutnya, tanyakan ke hati nurani apakah cara-cara ini memang cara yang akan dilakukan demi mendapatkan properti gratis atau ada cara lain yang lebih elegan?

Utang Teman

Perhatikan teman-teman Anda. Biasanya, ada teman yang cukup tajir, namun takut berbisnis. Ini suatu kesempatan. Mintalah padanya untuk meminjami Anda uang. Lakukan negosiasi bagi hasil dari keuntungan uang yang dipinjam tersebut. Katakan bahwa Anda mau membeli rumah dan rumah tersebut untuk disewakan.

Jadi, nanti keuntungan dari sewa itu dibagi. Teman yang sudah sangat percaya kepada Anda, tentunya tidak akan keberatan meminjami uangnya asalkan dilakukan dengan benar. Ada saksi, ada bukti, ada cara pembayaran, ada cara bagi hasil, ada tenggat waktu, bila perlu ada jaminan.

Cara ini sepertinya lebih elegan daripada cara pertama. Tentunya, amanat itu harus disertai dengan kerja keras agar utang terbayarkan secepatnya. Simpulannya, bisa saja mendapatkan properti gratis tapi bukan tis tis tis. Ada tanggung jawab besar di balik itu. Yang gratis adalah kemampuan otak yang cerdas dalam menghadapi tantangan hidup dan kecerdasan itu sebagai anugerah Tuhan.

Perumahan Murah: Manusiawikah?

Pernahkah Anda jalan-jalan di area pembuatan perumahan mewah dan di daerah khusus pembuatan perumahan murah? Coba perhatikan bahan-bahan yang dipakai oleh dua pengembang yang berbeda tersebut? Coba juga perhatikan desain dan bentuk rumahnya.

Tela’ah juga lama pembuatan, cara tukang dan kontraktor bangunan memperlakukan bahan-bahan bangunannya. Semuanya pasti berbeda. Perumahan murah akan mempunyai bentuk yang sama dengan masa pembuatan yang cukup kilat. Sedangkan perumahan mewah, selain bahannya dibuat bagus, desain dan warnanya pun dibuat semenarik mungkin.

 Kurang Manusiawi

Melihat bahan yang digunakan sangat berbeda, maka bukannya tak percaya dengan para pengembang, tapi rumah-rumah di perumahan murah mempunyai ketahanan yang tidak terlalu baik. Hanya dalam waktu 5 tahun, bila rumah tidak direnovasi, maka pintu dan jendela  yang susah ditutup karena pemuaian yang terjadi, dinding dan reng plafon yang retak, merupakan hal-hal kecil yang sering terjadi.

Di samping itu, drainase yang dibuat asal-asalan dengan pembuangan limbah yang tak jelas membuat perumahan murah terlihat kumuh dan banyak nyamuk. Lebih-lebih dengan tanah yang sempit dan rumah yang kecil serta sarana fasilitas umum yang sangat terbatas atau malahan tidak ada sama sekali semakin membuat perumahan murah seperti tempat pengelompokan orang-orang dengan penghasilan rendah.

Perumahan murah yang mempunyai tipe-tipe mulai dari 16, 21, 27, 36, dan 45, tersebut kadang tidak manusiawi. Tapi, apa yang bisa diperbuat oleh orang-orang tak mampu. Hanya kepasrahan dan kerelaan hidup berhimpitan di antara dinding-dinding nan sempit.

Kadang untuk mensiasati kesumpekan yang terjadi di dalam rumah, ruang tamu dibuat di luar rumah alias di teras dengan hanya membentangkan tikar. Kadang pengembang perumahan murah tak menyediakan kelebihan tanah sama sekali. Yang ada hanyalah sisa seluas 2×4 m2 atau 2×5 m2 atau bahkan 1×4 m2 yang ada di depan rumah.

Minimal Tipe 36

Tidaklah salah bila pemerintah akan mengeluarkan peraturan baru menyangkut perumahan murah ini. Minimal satu rumah mempunyai luas 36 meter persegi. Dengan rumah seluas itu, bila mempunyai anak 3, maka rumah akan terasa sempit. Sebenarnya rumah tipe 36 itu hanya cukup didiami oleh satu orang atau sepasang suami istri dengan anak tunggal. Tapi, apa boleh buat dana tak mencukupi untuk membuat rumah yang lebih besar.

Bagi pengembang sendiri, sangat sulit mendapatkan margin keuntungan yang memadai ketika semua bahan bangunan naik. Rasanya tak mungkin menjual satu buah rumah tipe 36 dengan harga Rp25 juta. Kecuali bila harga tanah dan bahan bangunan sangat murah dan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Peranan Swasta

Demi memenuhi kebutuhan perumahan untuk para karyawannya, sudah banyak perusahaan yang menyediakan pinjaman lunak kepada karyawannya yang sudah bekerja untuk kurun waktu tertentu. Hal ini cukup membantu karena biasanya bunga yang diterapkan oleh perusahaan tak sebesar yang diterapkan oleh bank pada umumnya.

Bank Syariah

Yang menarik adalah, menghubungi bank syariah untuk mendapatkan rumah yang diincar. Bank syariah akan memberikan bagi hasil yang manusiawi selain angsuran yang sama sepanjang tahunnya. Konsep ini memang merupakan konsep Islami yang harus diikuti oleh bank yang menerapkan sistem syariah.

Selain rasa nyaman, aman, juga negosiasi berjalan santai dan tak terlalu memberatkan. Bila kredibilitas calon penerima pinjaman bisa dipercaya, dana yang diinginkan akan cair dengan cepat.